Latest Entries »

Pendidikan Kewirausahaan

Kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif.  Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

Dahulu ada pendapat yang menyatakan bahwa kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, bahwa entrepreneurship are born not made, sehingga kewirausahaan dipandang bukan hal yang penting untuk dipelajari dan diajarkan. Namun dalam perkembangannya, nyata bahwa kewirausahaan ternyata bukan hanya bakat bawaan sejak lahir, atau bersifat praktek lapangan saja. Kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang perlu dipelajari. Kemampuan seseorang dalam berwirausaha, dapat dimatangkan melalui proses pendidikan. Seseorang yang menjadi wirausahawan adalah mereka yang mengenal potensi dirinya dan belajar mengembangkan potensinya untuk menangkap peluang serta mengorganisir usahanya dalam mewujudkan cita-citanya. Dalam perkembangannya, sejak awal abad 20, kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara, seperti Belanda dengan istilah “ondenemer”, dan Jerman dengan istilah “unternehmer”. Di negara-negara tersebut, kewirausahaan memiliki tugas yang sangat banyak antara lain adalah tugas dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis, kepemimpinan organisatoris dan komersial, penyediaan modal, penerimaan dan penanganan tenaga kerja, pembelian, penjualan, pemasangan iklan dan sebagainya. Pada tahun 1950-an, pendidikan kewirausahaan mulai

 

Tingkah laku kewirasahaan tergambar dalam kepribadian, kemampuan hubungan, kemampuan pemasaran, keahlian mengatur dan sikap terhadap uang. Kepribadian wirausaha tercermin dalam kreativitas, disiplin diri, kepercayaan diri, keberanian menghadapi resiko, dorongan dan kemauan yang kuat. Entrepreneur mengalihkan sumberdaya dari sektor ekonomi yang kurang produktif ke sektor ekonomi dengan produktivitas yang lebih tinggi (Jean Baptiste Say). Berdasarkan berbagai studi empirik, pada entrepreneur yang sukses ditemukan ciri-ciri sebagai berikut:

– Independen, percaya diri dan berjiwa  kompetitif

– Berorientasi pada kerja

– Bermotivasi kuat

– Generalist

– Kreatif

– Mampu berkomunikasi secara efektif

– Hubungan interpersonal yang tinggi

Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007 : 10 – 12) :

1. proses inovasi

2. proses pemicu

3. proses pelaksanaan

4. proses pertumbuhan

Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :

* mencari peluang usaha baru :

* pembiayaan : pendanaan – jumlah dan sumber-sumber dana

* SDM : tenaga kerja yang dipergunakan

* kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha

* organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki

* kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)

* Pemasaran : lokasi dan tempat usaha

 

Seperti kita ketahui bersama, pendidikan kewirausahaan di Indonesia  masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat. Banyak guru yang kurang memperhatikan penumbuhan karakter dan perilaku wirausaha siswa, baik di sekolah-sekolah kejuruan, maupun di pendidikan profesional. Orientasi mereka, pada umumnya hanya pada menyiapkan tenaga kerja.

Pemerintah telah berupaya untuk memasyarakatkan kewirausahaan, namun upaya tersebut belum membawa pengaruh yang signifikan karena masih banyak penduduk yang tidak produktif setiap tahun. Hal itu memunculkan pertanyaan, seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan yang telah dilakukan sejak tahun 1995 dan apa dampak dari progran itu. Integrasi pendidikan kewirausahaan yang dilakukan saat ini merupakan momentum untuk revitalisasi kebijakan Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan, mengingat jumlah terbesar pengangguran terbuka dari tamatan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

 

Pendidikan kewirausahaan, dilihat dari siapa yang bertanggung jawab banyak pendapat mengatakan bahwa pendidikan kewirausahaan menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah, karena itu pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat (Guruvalah 2003 :1). Dalam penelitian berbasis otak, ditemukan struktur letak bagian otak dan zat kimia otak (hormon) mempengaruhi jenis kecerdasan yang beranekaragam. Peserta didik tidak mudah belajar atau berpikir ketika emosi peserta didik terganggu. Oleh karena itu, sentuhan kasih sayang, saling memaafkan, saling menghormati, kerjasama antar guru, antar peserta didik, keceriaan menjadi pemicu perkembangan keutuhan aspek akademik dan non akademik. Untuk mewujudkan situasi tersebut maka dalam pembelajaran diperlukan metode pembelajaran aktif.

Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan:

  1. Proses pengembangan nilai-nilai kewirausahaan merupakan sebuah proses panjang dan berkelanjutan dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan.
  2. Materi nilai-nilai kewirausahaan bukanlah bahan ajar biasa. Artinya, nilai-nilai tersebut tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, atau pun fakta seperti dalam mata pelajaran agama, bahasa Indonesia, PKn, IPA, IPS, dan sebagainya. Nilai kewirausahaan diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran. Pengintegrasian ke dalam mata pelajaran bisa melalui materi, metode, maupun penilaian.
  3. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai kewirausahaan. Demikian juga, guru tidak harusmengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai.
  4. Digunakan metode pembelajaran aktif dan menyenangkan. Prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai-nilai kewirausahaan dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Dalam proses pembelajaran dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa menyenangkan.

 

Apa dan bagaimana?

OHSAS –Occupational Health and Safety Assesment Series-18001 merupakan standar internasional untuk penerapan SMK3. Tujuan dari OHSAS ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan SMK3 Permenaker, yaitu meningkatkan kondisi kesehatan kerja dan mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja dan mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja karena kondisi K3 tidak saja menimbulkan kerugian secara ekonomis tetapi juga kerugian non ekonomis seperti menjadi buruknya citra perusahaan.
Cikal bakal OHSAS 18001 adalah dokumen yang dikeluarkan oleh British Standards Institute (BSI) yaitu Occupational Health and Safety Management Sistem-Specification (OHSAS) 18001:1999. OHSAS 18001 diterbitkan oleh BSI dengan tim penyusun dari 12 lembaga standarisasi maupun sertifikasi beberapa negara di dunia seperti, Standards Australia, SFS Certification dan International Certification Services.
Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapan SMK3 demi pelaksanaan K3 yang berkesinambungan.
Komponen Utama OHSAS 18001. Komponen utama standar OHSAS 18001 dalam penerapannya di perusahaan meliputi:

  1. Adanya komitmen perusahaan tentang K3.
  2. Adanya perencanaan tentang program-program K3
  3. Operasi dan Implementasi K3
  4. Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan K3 di perusahaan
  5. Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan K3 untuk pelaksanaan berkesinambungan.

Berdasarkan 5 komponen utama diatas, tahapan dalam penyusunan SMK3 menurut OHSAS 18001 melalui 7 tahapan yaitu mengindentifikasi resiko dan bahaya, mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku, menentukan target dan pelaksana program, melancarkan program perencanaan untuk mencapai target dan objek yang telah ditentukan, mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat, peninjauan ulang terhadap target dan para pelaksana system, terakhir yaitu penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan SMK3 menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang signifikan. Seiring dengan upaya pelaksanaan OHSAS dalam perusahaan, muncullah suatu konsep baru sebagai akibat praktek OHSAS 18001 dalam manajemen perusahaan. Konsep baru tersebut dikenal dengan nama Green Company.

Green Company

Konsep OHSAS 18001 memiliki beberapa kesesuaian dengan ISO 14001 dan ISO 9001, sehingga beberapa perusahaan mulai menjalankan ‘multiple management systems’ yaitu menjalankan ketiga system manajemen di atas( Manajemen Mutu ISO 9001:2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 dan SMK3 OHSAS 18001:1999). Penggabungan ini menimbulkan suatu konsep baru yaitu Green Company
Konsep Green Company adalah suatu konsep dimana sebuah perusahaan mempunyai manajemen yang secara sadar meletakkan pertimbangan perlindungan dan pembangunan lingkungan, keselamatan dan kesehatan ‘stakeholder’ dalam setiap pengambilan keputusan bisnisnya sebagai wujud nyata tanggungjawab dan upaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan. Konsep Green Company memiliki 4 komponen utama yang tidak bias dipisahkan satu sama lainnya yaitu green strategy, green process, green product dan green employee. Salah satu perusahaan yang telah menjalankan konsep Green Company adalah PT.Astra Internasional.
Lalu bagaimana gambaran pelaksanaan penerapan OHSAS 18001 dalam perusahaan? Coba kita lihat PT. Wijaya Karya atau WIKA yang merupakan salah satu perusahaan BUMN yang telah menerapkan OHSAS 18001 dalam manajemennya. WIKA adalah sebuah BUMN yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi. Bidang pekerjaan dengan tingkat resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Karena alasan itulah, manajemen WIKA sangat berkomitmen dalam imlementasi SMK3 dan pengawasan terhadap pelaksanaannya secara terus menerus di seluruh jajaran unit kerjanya. Komitmen WIKA dalam pelaksanaan SMK3 telah mengantarnya sebagai pelopor penerapan SMK3 sesuai standard internasional OHSAS 18001 untuk perusahan jasa konstruksi. Bahkan pada November 2005 WIKA memperoleh penghargaan sebagai Indonesia’s Most Caring Companies for Safety Award 2005. Apabila ditilik pada kegiatan-kegiatan rutinnya, memang beberapa penghargaan tersebut tidak salah tangan. Sebut saja kegiatan sebagai sosialisasi manajemen resiko yang diadakan oleh WIKA sebagai tahapan perencanaan penerapan SMK3 . Kegiatan ini diikuti oleh semua unit kerjanya sebagai upaya untuk mempopulerkan budaya manajemen resiko di lingkungan kerja WIKA seperti menghindari, mengontrol dan mentransfer resiko yang ada dan mungkin bisa ada dalam kegiatan operasi. Ada lagi kegiatan rutin yang dilakukan WIKA sebagai upaya untuk mensosialisasikan dan mengkomunikasikan berbagai kegiatan K3 dalam perusahaan, Safety Talk, yang diadakan tiap bulannya .

 

Pengukuran Pelaksanaan K3

Pelaksanaan K3 WIKA di lapangan, diukur dengan Safety Implementation Level (SIL) yang berisi tentang kriteria dan standar pengukuran yang telah ditetapkan hingga nantinya ada penilaian atau audit terhadap pelaksanaan kriteria-kriteria yang harus ada. Proses audit dilakukan dengan suatu acara yang disebut Surveillance Audit OHSAS 18001 yang dapat digabung dengan audit ISO 9001:2000 dengan tim auditor yang terdiri dari Tim Audit Eksternal OHSAS 18001:1999 dari PT. Sucofindo dan tim Auditor ISO 9001:2000. Hasil audit ini digunakan oleh WIKA untuk perbaikan manajemen K3 dan evaluasi diri untuk mengukur kinerja perusahaan demi pengembangan SMK3 yang berkesinambungan. Pengkajian ini dilakukan sebagai usaha untuk lebih concern terhadap K3 dan tetap menjaga komitmen ‘Good Safety is Good Bussiness’ Hasilnya? Tidak sia-sia! Januari 2006 WIKA mendapatkan penghargaan Zero Accident dari Depnaker dan Bendera Emas dari PT. Sucofindo sebagai perusahaan yang peduli terhadap penerapan SMK3. Bahkan berbagai proyek baru mengalir untuk WIKA salah satunya karena komitmen WIKA ini, sebuah keuntungan yang patut dipertahankan.
Pada intinya, penerapan sistem manajemen apapun sama. Dimulai dari komitmen top level managemen, perencanaan, penerapan, pemeriksaan sampai pada tindak lanjut. Bedanya tentu pada fokus. Untuk sistem manajemen K3, fokusnya adalah keselamatan dan kesehatan kerja. Berikut adalah 25 tahap yang yang perlu dilakukan dalam penerapan sistem manajemen K3, lengkap dengan penjelasan tentang maksud dan tujuan dari persyaratan-persyaratan yang terkandung dalam OHSAS-18001.

Sumber: http://www.google.com

KEWIRAUSAHAAN

PENGERTIAN DAN PROSES KEWIRAUSAHAAN

Istilah kewirausahaan sudah lama menjadi wacana di Indonesia baik pada tingkat formal di perguruan tinggi dan pemerintahan ataupun pada tingkat nonformal pada kehidupan ekonomi di masyarakat. Sekarang tampaknya sudah ada semacam konvensi sehingga istilah tersebut menjadi wirausaha (entrepreneur) dan kewirausahaan (entrepreneurship). Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya (Suryana, 2001). Dalam konteks bisnis, menurut Zimmerer (1996) dalam Suryana (2001), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin,proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.

Wirausaha secara histories sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Diluar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an dibeberapa Negara seperti di Eropa, Amerika, dan Canada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan entrepreneurship atau small business management. Pada tahun 1980-an,hamper 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan- pelatihan disegala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang. Dengan memiliki jiwa/corak kewirausahaan, maka birokrasi dan anstitusi akan memiliki motivasi, optimism, dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebil efisien, efektif, fleksible sdan adaptif.

 

 

KAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

Kegiatan wirausaha tidak dapat dilepaskan dari unsur individu wirausahawan itu sendiri. Maju mundurnya usaha wirausahawan akan sangat ditentukan oleh inisiatif, gagsan dan inovasi, karya dan kreatifitas serta berfikir positif. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausahawan menggunakan gagasan terhadap produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk mengendalikan perubahan. Dari sisi teknis, perubahan teknologi disebut invensi namun manakala bisnis terlibat didalamnya maka upaya itu disebu inovasi. Drucker (1998) dalam KAdjatmiko & Gana (2001) berpandangan bahwa inovasi sesungguhnya bersumber pada suatu yang eksis di perusahaan, dan diluar perusahaan. design aplikasi yang hati-hati.

Ciri utama wirausahawan (Drucker, 1983) dalam purnomo (1999), adalahmereka yang selalu mencari perubahan , berusaha mengikuti dan menyesuaikan pada perubahan itu, serta memanfaatkannya sebagai peluang serta mampu memilih dan mengambil keputusan alternative yang paling tinggi produktivitasnya. Terdapat Sembilan ciri pokok keberhasilan, dan bukan ciriciripribadi (personal traits):

1. dorongan prestasi yang tinggi,

2. bekerja keras, tidak tinggal diam,

3. memperhatikan kualitas produknya, baik barang maupun jasa,

4. bertanggung jawab penuh,

5. berorientasi pada imbalan yang wajar,

6. optimis,

7. berorientasi pada hasil karya yang baik (excellence oriented),

8. mampu mengorganisasikan, dan

9. berorientasi pada uang

Wirausahawan yang juga merupakan seorang pemimpin perusahaan harus menyadari tujuan perusahaan akan dapat di capai dengan baik jika terbentuk jalinan kerja sama yang baik antara lingkungan internal dan eksternal. Menurut Marshall (1996), kepemimpinan yang tepat pada saat ini adalah kepemimpinan kolaborasi, dimana seorang pemimpin memiliki fungsi uama sebagai sponsor, sebagai fasilisator, sebagai pelatih, sebagai papan gema, sebagai agen katalis, sebagai dokter, sebagai anggota, serta sebagai manajer administrator.

INDENTIFIKASI PELUANG BISNIS KEWIRAUSAHAAN

Seorang wirausahawan dapat menambahkan nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausahawan dicapai apabila wirausahawan menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggeli perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrument penting untuk memberdayakan sumber-sumber yang ada agar menghasilkan suatu yang baru dan menciptakan nilai. Agar ide-ide yang potensial menjadi peluang bisnis real, maka wirausahawan harus mencari dan mengindentifikasi sumber-sumber potensial peluang bisnis tersebut . kegiatan mengindentifikasi merupakan upaya awal dari wirausahawan untuk dapat masuk ke pasar. Dengan kegiatan indentifikasi ini, wirausahawan akan dapat mengetahui tinggkat persaingan, strategi industri, tujuan pesaing, menilai kekuatan dan kelemahan pesaing , dan mengestimasi pola persaingan. Untuk dapat menganalisis peluang usaha, wirausahawan harus mengetahui beberapa alat analisis seperti SWOT, Matrik Profil Kompetitif, dan Matrik BCG. Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha, yaitu merintis usaha baru (starting) , membeli perusahaan orang lain (buying), dan kerja sama manajemen (franchingsing).

Fokus utama dalam mengembangkan kewirausahaan ini harusnya ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantage) melalui pengembangan kemampuan khusus (kewirausahaan) sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengendalikan strategi kekuatan pasar melalui monopoli dan fasilitas pemerintah.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN STRATEGI PENGAMBILAN RESIKO

Pembuatan keputusan merupakan fungsi utama seorang manajer begitu pula bagi seorang wirausahawan. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi mengindentifikasian masalah, pencarian alternative keputusan yang baik. Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahapan kegiatan manajemen baik pada saat proses pembuatan perencanaan, pada tahap implementasi atau operasionalisasi kegiatan maupun pada tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian (evaluasi) terhadap hasil pelaksanaan dari rencana agar hasil yang diperoleh sesuai dengan target baik dalam jumlah, mutu, biaya serta penggunaan sumber lainnya secara efektif dan efesien. Di dalam kegiatan usahanya, wirausahawan akan dihadapkan pada berbagau resiko yang akan mempengaruhi kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, wirausahawan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menghadapinya. Kemampuan tersebut meliputi pemahaman tentang jenis resiko, cara menyikapi resiko, dan metode pengambilan resiko.

 

ETIKA BISNIS, TANTANGAN SERTA PERMASALAHAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

Wirausahawan sebagai pelaku bisnis dalam interaksinya dengan mitra-mitra usaha akan dihadapkan pada kondisi yang menguntungkan maupun yang merugikan. Wirausahawan akan berada pada lingkungan yang beragam, bila dilihat dari aspek dunia usahanya, status sosialnya, maupun dari aspek norma yang dianutnya. Wirausahawan yang berhasil salah satu cirinya dapat dilihat dari segi kemampuan bergaul dalam kehidupan bisnisnya. Oleh karena itu aspek pergaulan memegang peranan penting, maka bagi seorang wirausahawan disamping memiliki kemampuan meminpin dan berbisnis harus memiliki serta memahami etika bisnis. Disamping dipahaminya etika bisnis, kemampuan mengindentifikasi dan menghadapi permasalahan bisnis pun juga tidak dapat

dikesampingkan.

 

USAHA DAN STUDI KALAYAKAN USAHA

Anda mungkin sering mendengarkan seseorang berencana melakukan sesuatu usaha atau bisnis untuk memperoleh keuntungan dengan segala resiko yang mungkin terjadi. Tetapi kita juga mungkin pernah mendengar orang lain berusaha tetapi bukan untuk mendapatkan keuntungan. Akhirnya, anda mulai bertanya apakah kedua jenis usaha diatas adalah sama dalam perspektif bisnis. Jika anda tidak memahami pengertianusaha secara baik, tentunya anda tidak akan mampu menjawab pertanyaan tersebut sehingga anda tidak mampu usaha secara baik dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan, oleh karena itu, anda perlu mengetahui pengertian

usaha. Rencana usaha tidaklah semata-mata dapat langsung anda putuskan untuk dilakukan karenabanyak ada bebagai hai yang perlu dipertimbangkan agar usaha usaha yang akan dilakukan nantinya dapat menguntungkan bukan sebaliknya menyebabkan kerugian. Oleh karena itu, rencana usaha harus dikaji secara mendalam melalui studi kelayakan usaha yang hasil dari studi itu tersebut membantu anda apakah rencana usaha layak atau tidak untuk dilaksanakan.

ANALISIS ASPEK YURIDIS DAN ANALISIS ASPEK PASAR

Aspek yudiris dan aspek pasar merupakan dua aspek yang cukup menentukan dan

menjamin akan kelangsungan suatu kegiatan usaha. Oleh karena itu, kedua aspek ini tidak dapat diabaikan. Karena aspek yudiris merupakan legalitas kelangsungan usaha. Sedangkan usaha yang sedang berproduksi akan segera terhenti begitu saja atau terhenti perlahan manakala produkyang dihasilkan tidak memiliki jaminan pasar.

Tragedi Jembatan Quebec

Jembatan Quebec (Pont de Québec dalam bahasa Perancis) terbentang rendah di sepanjang Sungai Saint Lawrence di sebelah barat Kota Quebec dan Levis, Quebec, Kanada. Jembatan Quebec adalah jembatan yang berstruktur paku baja truss dengan panjang 987 meter (3.239 kaki), lebar 29 meter (94 kaki), dan tinggi 104 m (340 kaki). Tiang lengan utama sepanjang 177 m (580 kaki) menopang struktur pusat sepanjang 195 m (640 kaki), dengan total span 549 m (1800 ft), yang terpanjang di dunia. Jembatan tersebut secara utuh menyeberangi Saint Lawrence. Jembatan mengakomodasi tiga jalur jalan raya (pada tahun 1929, satu jalan sampai 1949, dua jalan sampai 1993), satu rel baris (dua  jalur hingga 1949), dan jalur pejalan kaki (awalnya dua); dan juga membawa sebuah trem. Trem tersebut dimiliki oleh Canadian National Railway sejak tahun 1993.

Latar belakang

Sebelum Jembatan Quebec dibangun, satu-satunya cara dari pantai selatan St Lawrence di Levis ke pantai utara di Quebec City adalah dengan feri. Sejak tahun 1852 telah dipikirkan untuk membangun jembatan di atas Sungai St Lawrence di Quebec dan sekali lagi, pada 1867, 1882, dan 1884.

Sebuah artikel Quebec Morning Chronicle pada Maret 1897 mencatat:

The bridge question has again been revived after many years of slumber, and business men in Quebec seem hopeful that something will come of it, though the placing of a subsidy on the statute book is but a small part of the work to be accomplished, as some of its enthusiastic promoters will, ere long, discover. Both Federal and Provincial Governments seem disposed to contribute towards the cost, and the City of Quebec will also be expected to do its share. Many of our people have objected to any contribution being given by the city unless the bridge is built opposite the town, and the CHRONICLE like every other good citizen of Quebec would prefer to see it constructed at Diamond Harbor, and has contended in the interests of the city for this site as long as there seemed to be any possibility of securing it there. It would still do so if it appeared that our people could have it at that site. Ini masih akan melakukannya jika ternyata orang-orang kita bisa memilikinya di situs tersebut. A bridge at Diamond Harbor would, it estimated, cost at least eight millions. It would be very nice to have, with its double track, electric car track, and roads for vehicles and pedestrians, and would no doubt create a goodly traffic between the two towns, and be one of the show works of the continent.

Desain Pertama dan Keruntuhan 29 Agustus 1907

Jembatan Quebec termasuk dalam proyek National Transcontinental Railway, yang dilakukan oleh pemerintah federal. Pada 1904, struktur ini terbentuk. Namun, perhitungan sementara yang dibuat dalam tahap awal perencanaan tidak pernah benar-benar diperiksa ketika desain telah diselesaikan, dan berat aktual jembatan itu jauh melebihi daya dukungnya. Beban mati terlalu berat. Semua berjalan lancar sampai jembatan itu hampir selesai pada musim panas 1907, ketika tim engineering lokal di bawah Norman McLure mulai melihat peningkatan distorsi dari struktural kunci yang sudah di tempatkan.

McLure menjadi semakin khawatir dan menulis berulang kali untuk mengawasi insinyur Theodore Cooper , yang pada awalnya menjawab hal tersebut hanya masalah-masalah kecil. Pejabat Phoenix Bridge Company mengklaim bahwa balok sudah pasti membungkuk sebelum dipasang, tapi pada 27 Agustus hal itu menjadi jelas bagi McLure bahwa ini adalah salah.

Seorang insinyur yang lebih berpengalaman mungkin mengirim telegram kepada Cooper, tapi McLure menulis surat untuknya, dan kemudian pergi ke New York untuk bertemu dengan dia pada tanggal 29 Agustus 1907. Cooper kemudian setuju bahwa masalah ini serius, dan segera mengirim telegram ke Phoenix Bridge Company: “Jangan menambah beban lagi ke jembatan sampai setelah mempertimbangan fakta-fakta yang ada.” Kedua insinyur kemudian pergi ke kantor Phoenix. Tapi pesan itu tidak diteruskan ke Quebec, dan sekarang sudah terlambat. Sore yang sama, setelah empat tahun pembangunan, lengan bagian selatan dan bagian tengah jembatan ambruk ke Sungai St Lawrence hanya dalam 15 detik. Dari 86 pekerja di jembatan pada hari itu, 75 tewas dan sisanya luka-luka. Dari para korban, 33 (beberapa sumber mengatakan 35) adalah Mohawk pandai besi dari Kahnawake dekat Montreal; mereka dimakamkan di Kahnawake dengan salib yang terbuat dari baja balok. [1]

Terdapat rumor bahwa besi dan baja dari jembatan runtuh yang tidak dapat digunakan untuk konstruksi, digunakan kembali untuk membentuk awal Iron Rings oleh Canadian Engineers mulai tahun 1925.

Desain Kedua dan Insiden September 11, 1916

Setelah Royal Commission of Inquiry menyelidiki keruntuhan, konstruksi dimulai untuk membuat jembatan kedua. Tiga insinyur diangkat: HE Vautelet, seorang mantan insinyur dari Canadian Pacific Railways, Maurice FitzMaurice dari Britania Raya, yang bekerja pada pembangunan Forth Bridge, dan Ralph Modjeski dari Chicago. Desain baru jembatan masih dengan bentang kantilever tunggal panjang, tapi yang satu ini jauh lebih besar. Pada tanggal 11 September 1916,, ketika penopang utama dinaikkan pada posisinya, penopang itu jatuh ke sungai, menewaskan 13 pekerja. Segera kekhawatiran akan sabotase oleh Jerman dilaporkan, namun segera jelas bahwa kecelakaan konstruksi biasanya menimpa pada strukturRe-konstruksi dimulai segera setelah kecelakaan dan izin khusus diberikan untuk pembangun jembatan untuk memperoleh baja yang berada di permintaan tinggi karena upaya perang. Setelah jembatan selesai tahun 1917, ijin khusus diperlukan untuk mereka yang ingin menyeberangi struktur. Tentara, dan kemudian Polisi lokal, menjaga struktur dan memeriksa sampai akhir Perang.

Penyelesaian

Konstruksi akhirnya selesai pada bulan Agustus 1917, dengan total biaya $ 25 juta dan nyawa 89 pekerja ‘. Pada tanggal 3 Desember 1919, Jembatan Quebec dibuka untuk lalu lintas kereta api, setelah hampir dua dekade konstruksi. Pusat span sepanjang 549 meter (1800 ft) kantilever span terpanjang di dunia dan dianggap sebagai prestasi penemuan teknik utama. Jembatan itu dibangun dan dirancang untuk jembatan kereta api, tetapi garis trem dan satu dari dua rel kereta api dikonversi menjadi jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki / bersepeda di tahun-tahun berikutnya. Pada 1970, Pierre Laporte Suspension Bridge membuka bagian hulu untuk mengakomodasi jalan bebas hambatan di Autoroute 73 .

Jembatan Quebec dinyatakan sebagai monumen bersejarah pada tahun 1987 oleh Kanada dan American Society of Civil Engineers, dan pada tanggal 24 Januari 1996, jembatan dinyatakan sebagai National Historic Site Kanada. Jembatan itu dibangun sebagai bagian dari National Transcontinental Railway, yang digabungkan ke dalam Canadian Government Railways dan kemudian menjadi bagian dari Kereta Api Nasional Kanada (CN). Perusahaan Canadian Government Railways dipertahankan oleh pemerintah federal sampai 1993, sampai ketika Dewan Penasihat memerintahkan penjualan resmi Canadian Government Railways ke Crown Corporation CN untuk satu dolar (CAD) pada tanggal 22 Juli. Pada tanggal ini, Jembatan Quebec juga berada di bawah kepemilikan lengkap CN. CN diprivatisasi pada bulan November 1995, membuat jembatan ini dimiliki oleh swasta. Meskipun kepemilikan pribadi, CN menerima dana federal dan provinsi untuk melakukan perbaikan dan perawatan struktur.

Aftermath

Di Kanada, dan banyak negara lain, tragedi Jembatan Quebec masih banyak mempengaruhi sampai hari ini. Bencana ini menunjukkan pengaruh yang sangat vital dari seorang insinyur dalam suatu. Insinyur khawatir tentang intervensi pemerintah yang bertindak sendiri dan mendirikan beberapa kelompok rekayasa independen. Akhirnya kelompok-kelompok ini dibentuk bersama-sama pada tingkat masing-masing dan menciptakan apa yang sekarang dikenal sebagai organisasi Profesional Engineers . P. Engs berada di bawah aturan yang berbeda sesuai peraturan organisasi tempat mereka berada. Pedoman umum termasuk seorang insinyur harus melewati etika pemeriksaan, dapat menampilkan karakter yang baik melalui penggunaan saksi karakter , dan memiliki pengalaman rekayasa yang berlaku (di Kanada minimum empat tahun praktisi di bawah sertifikat Engineer Profesional). Baru-baru ini sebuah upacara untuk 33 korban Mohawk diselenggarakan di Reserve Kahnawake dimana patung yang menyerupai bagian dari jembatan dan plakat diresmikan.

Sumber:

http://www.wikipedia.com

Manajemen Stres

Stres yang kita alami merupakan masalah tersendiri yang perlu mendapatkan perhatian lebih, karena jika mengalami stres pada tingkat tinggi atau berlebihan cenderung akan menjadi tidak optimal dalam beraktvifitas. Untuk mengetahui stres yang terjadi pada kita, maka perlu diketahui dahulu tentang pengertian stres, penyebab stres, gejala– gejala stres,

dampak stres terhadap individu, serta cara mengatasi stres  atau yang sering disebut sebagai manajemen stres.

1. Pengertian Stres

Hariandja (2002) mendefinisikan stres sebagai situasi ketegangan atau tekanan emosional yang dialami seseorang yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar, hambatan-hambatan, dan adanya kesempatan yang sangat penting yang dapat mempengaruhi emosi, pikiran, dan kondisi fisik seseorang. Menurut penelitian Baker dkk (Rini, 2002) stres yang dialami oleh seseorang akan merubah cara  sistem kekebalan tubuh. Brealey (2002) memberikan definisi stres sebagai suatu respon psikologis dari tubuh terhadap tekanan yang diterimanya, khususnya berbagai kejadian yang mengancam, menantang, atau mengandung unsur perubahan. Ketika tuntutan yang dibebankan pada seseorang berlebihan atau melebihi kemampuan yang dimiliki maka akan membuat seseorang tersebut berada dibawah stres yang berlebihan.

Menurut Morgan (Karman & Suyasa, 2004) stres adalah suatu keadaan internal yang ditimbulkan oleh adanya tuntutan fisik atau disebabkan oleh lingkungan dan situasi sosial yang dinilai membahayakan, tidak terkontrol atau mengancam keberdayaan diri seseorang. Keadaan internal disini merupakan suatu kondisi atau perasaan subyektif yang hanya dirasakan oleh individu yang mengalaminya. Schult dan Schult (Bachroni & Asnawi, 1999) mengatakan bahwa stress merupakan gejala psikologis yang dirasakan mengganggu dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat mengancam eksistensi diri dan kesejahteraan. Stres  pada intinya merujuk pada kondisi dari pekerjaan yang mengancam individu. Stres  timbul sebagai bentuk ketidakharmonisan individu dengan lingkungan.

Dari beberapa teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa stres merupakan bentuk respon psikologis dari tubuh terhadap tekanan-tekanan, tuntutan tuntutan yang melebihi kemampuan yang dimiliki, baik berupa tuntutaan fisik atau lingkungan dan situasi sosial yang mengganggu pelaksanaan tugas, yang muncul dari interaksi antara individu, dan dapat merubah fungsi fisik serta psikis yang normal, sehingga dinilai membahayakan, dan tidak menyenangkan.

2. Sumber stres

Semakin berkembang dan majunya teknologi, tuntutan untuk menjadi yang lebih baik membuat persaingan dalam dunia  makin pesat dan makin ketat, sehingga menuntut kinerja yang lebih maksimal, stres  dapat disebabkan oleh :

  1. Sumber stres dari organisasi (seperti tuntutan-tuntutan, dan tanggungjawab yang besar), struktur organisasi, hubungan dalam organisasi, keberadaan organisasi, dan hubungan organisasi dengan pihak luar.
  2. Sumber stres dari kehidupan, seperti kehilangan pasangan hidup.
  3. Kondisi pekerjaan, seperti kondisi lingkungan, baik lingkungan  maupun lingkungan kehidupan, overload, deprivational stress, pekerjaan berisiko tinggi dan iklim.
  4. Ambiguitas dalam berperan dan faktor interpersonal.
  5. Perkembangan karir.
  6. Cita-cita, dan ambisi.
  7. Kurangnya kontrol yang dirasakan.
  8. Diri individu, seperti usia, kondisi fisik, dan faktor kepribadian.

Menurut Cary Cooper (Rini, 2002) sumber stres  ada lima yaitu sebagai berikut :

1. Kondisi Pekerjaan.

a) Lingkungan .

b) Overload.

c) Deprivational stress.

d) Pekerjaan beresiko tinggi.

2. Konflik Peran.

Perusahaan yang mempunyai struktur organisasi yang kurang jelas, yaitu seperti perusahaan yang tidak mempunyai garis-garis haluan yang jelas, aturan main, visi dan misi yang sering kali tidak dikomunikasikan pada seluruh kita. Konflik peran juga dihadapkan pada wanita terutama yang sudah menikah, serta ketidakjelasan pekerjaan yang diberikan perusahaan pada kita.

3. Hubungan Interpersonal.

Hubungan yang tidak baik dapat dilihat dari gejala-gejalanya seperti rendahnya minat dalam memecahkan masalah yang ada dalam organisasi, dan kepercayaan yang rendah. Adanya dukungan dari rekan, keluarga, atau pihak manajemen diyakini dapat menghambat timbulnya stres.

4. Pengembangan Karier.

Bayangan akan kesuksesan karir sering kali tidak sesuai dengan yang ada dikenyataan. Impian dan cita-cita untuk mencapi prestasi dan karir yang baik sering kali tidak terlaksana dikarenakan adanya ketidakjelasan sistem pengembangan karir dan penilaian prestasi, budaya nepotisme dalam manajemen perusahaan, dan tidak adanya kesempatan lagi untuk naik jabatan.

5.  Struktur Organisasi.

Struktur organisasi berpotensi menimbulkan stres apabila diberlakukan secara kaku, kurang adanya kepedulian dari pihak manajemen pada inisiatif kita, tidak pernah melibatkan kita dalam pengambilan keputusan, dan tidak adanya dukungan untuk kreativitas kita.

3. Gejala-gejala stres

Stres  yang terjadi pada kita dapat diketahui dengan melihat gejala-gejala atau tanda-tandanya, sehingga dapat menentukan apa yang harus dilakukan, ada beberapa tanda-tanda stres dan gejala-gejala stres dibagi kedalam lima kelompok yaitu :

a. Gejala psikologis.

Kecemasan, ketegangan, bingung, marah, sensitive, memendam perasaan, komunikasi tidak efektif, mengurung diri, depresi, merasa terasing dan mengasingkan diri, kebosanan, ketidakpuasan , lelah mental, menurunnya fungsi intelektual, kehilangan daya konsentrasi, kehilangan spontanitas dan kreatifitas, kehilangan semangat hidup, serta menurunnya harga diri dan rasa percaya diri.

b. Gejala fisik.

Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah, meningkatnya sekresi adrenalin dan noradrenalin, gangguan lambung (gangguan gastrointestinal), mudah terluka, mudah lelah secara fisik, kematian, gangguan cordiovaskuler, gangguan pernafasan, lebih sering berkeringat, gangguan pada kulit, kepala pusing (migrant), kanker, ketegangan otot serta problem tidur (seperti sulit tidur, terlalu banyak tidur).

c. Gejala perilaku.

Menunda ataupun menghindari pekerjaan / tugas, penurunan prestasi dan produktivitas, meningkatnya penggunaan minuman keras dan mabuk, perilaku sabotase, meningkatnya frekuensi absensi, perilaku makan yang tidak normal (kebanyakan atau kekurangan), kehilangan nafsu makan dan penurunan drastis berat badan, meningkatnya kecenderungan perilaku beresiko tinggi, seperti ngebut, berjudi, meningkatnya agresivitas dan kriminalitas, penurunan kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman, serta kecenderungan bunuh diri.

4. Dampak dari stres

Secara umum stres  memiliki dampak yang merugikan baik bagi individu maupun orang lain. Tingkatan stres ada bermacam-macam, dan oleh Brealey (2002) dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut :

  1. Stres yang terlalu rendah : kurangnya tantangan akan menimbulkan kebosanan, produktifitas rendah dan kurangnya prestasi pribadi. Hal ini akhirnya akan berkontribusi pada kepercayaan diri yang rendah, dan kurangnya tujuan hidup.
  2. Stres yang optimal : jumlah stres yang tepat dalam hidup akan memampukan seseorang untuk memanfaatkan peluang, bangkit untuk menghadapi tantangan, dan memperluas batasan seseorang. Seseorang akan memutuskan untuk menghadapi berbagai masalah dalam langkah-langkahnya dan memperoleh kepuasan dari sebuah pekerjaan atau dari pekerjaan yang telah diselesaikan dengan baik.
  3. Terlalu banyak stres : selain kelelahan mental dan fisik, individu akan mendorong dirinya sendiri untuk terus be, tapi dengan mengurangi imbalannya. Dengan mendorong diri sendiri secara terus-menerus sampai melewati batas, akan membuatnya terus menambah kecepatan dan akhirnya menyadari bahwa tidak dapat berhenti dan rileks.
  4. Kelelahan  : tanda-tanda peringatan yang menyatakan bahwa kita berada dibawah stres yang berlebihan, apabila kita tidak mengindahkannya, maka kita sangat berpeluang untuk jatuh sakit, baik secara mental maupun fisik. Yang terbaik adalah kinerja yang berubah-ubah.

Dampak Terhadap Individu.

Dampak stres  bagi individu adalah munculnya masalah – masalah yang berhubungan dengan kesehatan, psikologis dan interaksi interpersonal.

1) Kesehatan.

Sistem kekebalan tubuh manusia be sama secara integral dengan sistem fisiologis lain, dan kesemuanya berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh, baik fisik maupun psikis yang cara nya diatur oleh otak. Seluruh sistem tersebut sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor psikososial seperti stres dan immunocompetence. Jadi tidak heran jika orang yang mudah stres, mudah terserang penyakit.

2) Psikologis.

Stres yang berkepanjangan akan menyebabkan ketegangan dan kekhawatiran yang terus menerus. Menurut istilah psikologi, stres berkepanjangan ini disebut stres kronis. Menurut Miller (Rini, 2002) akar dari stres kronis adalah dari pengalaman traumatis di masa lalu yang terinternalisasi, tersimpan terus dalam alam bawah sadar.

3) Interaksi interpersonal.

Orang yang sedang stres akan lebih sensitif dibandingkan orang yang tidak dalam kondisi stres. Oleh karena itulah, sering terjadi salah persepsi dalam membaca dan mengarahkan suatu keadaan, pendapat atau penelitian, kritik, nasehat, bahkan perilaku orang lain. Pada tingkat stres yang berat, orang bisa menjadi depresi, kehilangan rasa percaya diri dan harga diri. Akibatnya orang tersebut lebih banyak menarik diri dari lingkungan, tidak lagi mengikuti kegiatan yang biasa dilakukan, jarang berkumpul dengan sesamanya, lebih suka menyendiri, mudah tersinggung, marah, dan mudah emosi. Tingginya sensitivitas emosi berpotensi menyulut pertikaian dan menghambat sama antara individu satu dengan yang lain.

5. Manajemen stres

Stres tidak dapat dihindari. Namun demikian, dengan memahami stressor dan stres itu sendiri, kita dapat meminimalkan stres yang tidak diperlukan. Childre (2001) mengemukakan metode yang dapat digunakan untuk mengelola stres, yaitu metode freeze-frame yang mempunyai lima langkah sebagai berikut :

  1. Kenali perasaan penuh tekanan,
  2. Buatlah usaha nyata untuk mengalihkan fokus dari pikiran-pikiran yang berpacu atau emosi yang terganggu ke daerah-daerah disekitar jantung,
  3. Ingatlah selalu suatu persoalan yang positif dan menyenangkan atau saat-saat dalam hidup yang membangkitkan perasaan positif serta berusahalah untuk mengulanginya lagi,
  4. Menggunakan intuisi, pikiran yang sehat dan kesungguhan, tanyakan pada diri sendiri respon apa yang lebih efisien terhadap situasi yang dapat meminimalkan ketegangan yang timbul,
  5. Dengarkan apa yang dikatakan hati sebagai jawaban.

Seorang ahli terkenal di bidang kesehatan jiwa Jere Yates (Rini, 2002) mengemukakan ada delapan (8) aturan yang harus diikuti dalam mengatasi stres, yaitu :

  1. Pertahankan kesehatan tubuh sebaik mungkin, usahakan berbagai cara agar tidak jatuh sakit.
  2. Terimalah diri sendiri apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan, kegagalan maupun keberhasilan sebagai bagian dari kehidupan diri.
  3. Tetaplah memelihara hubungan persahabatan yang baik dengan seseorang yang dianggap paling bisa diajak curhat. Lakukan tindakan positif dalam mengatasi sumber stres dalam pekerjaan.
  4. Lakukan tindakan konstruktif dalam mengatasi sumber stres dalam pekerjaan, misalnya segera mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan.
  5. Tetap memelihara hubungan sosial dengan orang – orang diluar lingkungan pekerjaan, misalnya dengan tetangga atau kerabat dekat.
  6. Berusaha mempertahankan aktivitas yang kreatif diluar pekerjaan, misalnya berolahraga atau rekreasi.
  7. Melibatkan diri dalam pekerjaan – pekerjaan yang berguna, misalnya kegiatan sosial dan keagamaan..

Sumber

As’ad, M. 1999. Psikologi Industri (Seri Ilmu Sumber Daya Manusia).

Yogyakarta : Liberty

Brealey, Erika. 2002. Seri 10 Menit Menghilangkan Stres (terjemahan

Sara C.Simanjuntak). Batam : Karisma Publishing Group

Childre, D. 2001. Mengatasi Stres Dalam Satu Menit : Freeze-Frame (terjemahan

Tim Prestasi Pustaka). Jakarta: Prestasi Pustaka

Rini, Jacinta F. 2002. Stres . Jakarta: Team e-psikologi.com                                                                             http://www.epsikologi.com/masalah/stres.htm

Sarwoto. 1981. Dasar – dasar Organisasi dan Manajemen. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Thoha, Miftah. 1995. Perilaku Organisasi (Konsep Dasar Dan Aplikasinya).

Jakarta : Rajawali Pers.

Tugas Etika Profesi

1.   Jelaskan alasan perlunya pendidikan etika profesi dalam bidang keteknikan! Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa dilandasi dengan etika?

Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan  jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.  Tanpa etika profesi, apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing  yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.

2.   Dalam rangka menjunjung tinggi integritas, kehormatan dan martabat profesi keteknikan sesuai dengan kode etik profesi keteknikan menurut ABET terdapat 4(empat) prinsip dasar (fundamental principles) yang harus dilakukan oleh insinyur. Jelaskan empat hal tersebut!

  1. Menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia;
  2. Bersikap jujur dan tidak memihak, dan melayani dengan kesetiaan pada masyarakat, pengusaha dan klien;
  3. Berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan tingkat profesi keteknikan, dan
  4. Mendukung organisasi profesional dan teknis dari disiplin ilmu mereka berasal.

3.   Jelaskan 6 (enam) pilar utama yang menjadi penyangga kode etik keteknikan !

Pada dasarnya kode etik profesi dirancang dengan mengakomodasikan beberapa prinsip etika seperti berikut:

  1. Etika kemanfaatan umum (utilitarianism ethics), yaitu setiap langkah/tindakan yang menghasilkan kemanfaatan terbesar bagi kepentingan umum haruslah dipilih dan dijadikan motivasi utama;
  2. Etika kewajiban (duty ethics), yaitu setiap sistem harus mengakomodasikan hal-hal yang wajib untuk diindahkan tanpa harus mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin bisa timbul, berupa nilai moral umum yang harus ditaati seperti jangan berbohong, jangan mencuri, harus jujur, dan sebagainya. Semua nilai moral ini jelas akan selalu benar dan wajib untuk dilaksanakan, sekalipun akhirnya tidak akan menghasilkan keuntungan bagi diri sendiri;
  3. Etika kebenaran (right ethics), yaitu suatu pandangan yang tetap menganggap salah terhadap segala macam tindakan yang melanggar nilai-nilai dasar moralitas. Sebagai contoh tindakan plagiat ataupun pembajakan hak cipta/karya orang lain, apapun alasannya akan tetap dianggap salah karena melanggar nilai dan etika akademis;
  4. Etika keunggulan/kebaikan (virtue ethics), yaitu suatu cara pandang untuk membedakan tindakan yang baik dan salah dengan melihat dari karakteristik (perilaku) dasar orang yang melakukannya. Suatu tindakan yang baik/benar umumnya akan keluar dari orang yang memiliki karakter yang baik pula. Penekanan disini diletakkan pada moral perilaku individu, bukannya pada kebenaran tindakan yang dilakukannya; dan
  5. Etika sadar lingkungan (environmental ethics), yaitu suatu etika yang berkembang di pertengahan abad 20 ini yang mengajak masyarakat untuk berpikir dan bertindak dengan konsep masyarakat modern yang sensitif dengan kondisi lingkungannya. Pengertian etika lingkungan disini tidak lagi dibatasi ruang lingkup penerapannya merujuk pada nilai-nilai moral untuk kemanusiaan saja, tetapi diperluas dengan melibatkan “natural resources” lain yang juga perlu dilindungi, dijaga dan dirawat seperti flora, fauna maupun obyek tidak bernyawa (in-animate) sekalipun.

4.  Intelectual capital merupakan modal utama untuk menciptakan kesejahteraan manusia di masa kini dan yang akan datang. Salah satu jenis dari intelectual capital adalah kekayaan intelectual (intelectual property). Jelaskan berbagai jenis kekayaan intelektual yang terkait dengan bidang keteknikan ! Bagaimana kita menyikapinya secara profesional ?

Jenis-jenis Hak Kekayaan Intelektual

a. Hak Cipta (Copyright)

Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu.

b. Paten (Patent)

Berbeda dengan hak cipta yang melindungi sebuah karya, paten selain melindungi produk juga bisa melindungi ide dan proses. Pada hak cipta, seseorang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Sedangkan pada paten, seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide, proses atau produk yang dipatenkan.

c. Merk Dagang (Trademark)

Merk dagang digunakan oleh pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah produk atau layanan. Merk dagang meliputi nama produk atau layanan, beserta logo, simbol, gambar yang menyertai produk atau layanan tersebut.

d. Rahasia Dagang (Trade Secret)

Berbeda dari jenis HAKI lainnya, rahasia dagang tidak dipublikasikan ke publik. Sesuai namanya, rahasia dagang bersifat rahasia. Rahasia dagang dilindungi selama informasi tersebut tidak ‘dibocorkan’ oleh pemilik rahasia dagang.

5.  Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh SarjanaTeknik Industri!

Lulusan sarjana Teknik Industri harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  1. Mampu merencanakan, mengorganisasi, dan mengoperasikan suatu sistem pada dunia industri secara efektif dan efisien
  2. Mengintegrasikan suatu sistem manufaktur dalam kaitannya dengan modal, manusia, mesin, bahan, peralatan, energi, dan informasi.
  3. Mampu menggunakan teknologi yang ada saat ini seperti alat-alat pokok analitikal, komputesional, dan atau eksperimental untuk memecahkan persoalan dalam dunia industri
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif  yaitu beradaptasi terhadap berbagai lingkungan, serta mampu berinteraksi dengan baik dalam kelompok yang bervariasi (team work)
  5. Memiliki logika yang baik serta kreativitas yang tinggi dalam menyelesaikan masalah dan memiliki rasa tanggung jawab yang profesional

ENERGI ANGIN DAN PEMANFAATANNYA

Sejarah Pemanfaatan

Manusia telah menggunakan energi angin selama setidaknya 5.500 tahun. Para nelayan menggunakan angin untuk menggerakkan kapalnya untuk mencari ikan ke tengah laut. Pedagang, penjajah dan bahkan misionaris menggunakan angin untuk menggerakkan kapal yang membawa mereka ke seluruh belahan dunia demi Glory, Gold, and Gospel. Arsitek pada masa dahulu menggunakan angin alami sebagai sirkulasi udara dalam suatu bangunan. Hammurabi, Raja Babilonia menggunakan energy angin untuk sistem irigasi pada abad ke-17 sebelum Masehi. Suku asli Sri Lanka, Sinhala, menggunakan angin muson dalam peleburan logam. Kincir angin pertama kali didirikan di Sistan, Afghanistan sejak abad ke-7. Kincir ini digunakan untuk menggiling jagung, biji-bijian, mengalirkan air, dan pada industri tebu. Kincir angin yang digunakan merupakan kincir angin dengan poros vertikal, dan tiap-tiap kipas berbentuk segi-empat yang dilapisi dengan bahan kain. Kincir angin dengan poros horizontal pertama kali ditemukan di Eropa untuk menggiling gandum.

Ganbar 1 Pemanfaatan Energi Angin

Energi angin dapat dikonversikan menjadi energi mekanik, seperti pada penggilingan biji, ataupun untuk memompa air. Pada perkembangannya, energi angin dikonversikan menjadi energi mekanik, dan dikonversikan kembali menjadi energi listrik. Dalam bentuknya sebagai energi listrik, maka energi dapat ditransmisikan dan dapat digunakan untuk mencatu peralatan-peralatan elektronik.

Proses Terjadinya Angin

Penyebab timbulnya angin adalah matahari. Bumi menerima radiasi sinar matahari secara tidak merata. Dengan demikian, daerah khatulistiwa akan menerima energi radiasi matahari lebih banyak daripada di daerah kutub, atau dengan kata lain, udara di daerah khatulistiwa akan lebih tinggi dibandingkan dengan udara di daerah kutub. Pertukaran panas pada atmosfer akan terjadi secara konveksi. Berat jenis dan tekanan udara yang disinari cahaya matahari akan lebih kecil dibandingkan jika tidak disinari. Perbedaan berat jenis dan tekanan inilah yang akan menimbulkan adanya pergerakan udara. Pergerakan udara ini merupakan prinsip dari terjadinya angin. Secara ilmiah, pada abad ke-17, seorang fisikawan Itali, Evangelista Torricelli, mendeskripsikan bahwa angin dihasilkan karena adanya perbedaan suhu udara, dan juga perbedaan kepadatan (akibat perbedaan suhu udara), di antara dua daerah.

Apabila kita asumsikan bahwa Bumi tidak berotasi, permukaan yang datar, dan udara yang lebih hangat terjadi pada daerah khatulistiwa dibandingkan pada kutub, maka sirkulasi udara pada Bumi dapat diperkirakan pada Gambar 1.

Gambar 2. Pola sirkulasi udara sederhana.

Udara pada permukaan bumi di kutub memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada di khatulistiwa, sehingga udara akan mengalir dari kutub menuju khatulistiwa pada permukaan bumi. Udara pada permukaan bumi di khatulistiwa memiliki berat jenis yang rendah, sehingga udara akan terangkat hingga lapisan troposfir. Karena tekanan udara pada lapisan troposfir di khatulistiwa lebih tinggi daripada tekanan udara di bagian atas kutub, maka udara akan bergerak secara horizontal pada lapisan troposfir dari khatulistiwa menuju kutub. Dan karena berat jenis di udara pada kutub lebih tinggi, maka udara akan bergerak turun menuju permukaan bumi.

Apabila kita menghilangkan asumsi bahwa bumi tidak berotasi, maka pola aliran udara pada Gambar 1 akan berubah menjadi seperti pada Gambar 2. Gerakan rotasi akan mengakibatkan timbulnya tiga sel sirkulasi pada setiap belahan bumi. Sel sirkulasi ini dikenal sebagai sel Hadley, sel Ferrel, dan sel Polar (Kutub).

Gambar 3. Pola sirkulasi udara tiga sel

Pada model baru, daerah khatulistiwa tetap menjadi lokasi yang terhangat di Bumi. Area yang terhangat merupakan zona tekanan rendah dan dikenal dengan zona konvergen intertropikal (ITCZ). Zona ini saling bertukar udara dengan udara dari subtropik. Ketika udara pada permukaan bumi subtropik mencapai khatulistiwa, udara akan terangkat, mencapai ketinggian 14 km (troposfir) dan mulai bergerak secara horizontal menuju arah kutub utara dan kutub selatan.

Gaya Koriolis menyebabkan penyimpangan pergerakan udara pada bagian atas atmosfer, dan pada posisi lintang 30°, udara akan mengalir secara zonal dari barat ke timur. Aliran zonal ini dikenal sebagai aliran jet subtropical. Aliran zonal juga mengakibatkan akumulasi udara pada bagian atas atmosfer bergerak tidak lagi membujur. Untuk mengompensasi akumulasi ini, sebagian udara pada bagian atas atmosfer turun kembali ke permukaan, dan mengakibatkan zona tekanan tinggi subtropik. Dari zona ini, udara permukaan akan bergerak menuju dua arah. Sebagian kembali ke khatulistiwa menyempurnakan sistem sirkulasi yang disebut Sel Hadley. Udara yang bergerak inipun mengalami penyimpangan akibat efek Koriolis, yang menyebabkan Northeast Trades (penyimpangan ke kanan pada belahan utara) dan Southeast Trades (penyimpangan ke kiri pada belahan selatan). Efek Koriolis adalah pembelokan yang terlihat pada suatu obyek ketika dilihat dari referensi yang berputar, dimana sebenarnya obyek tersebut bergerak secara lurus.

Udara permukaan yang bergerak menuju kutub dari zona subtropik (30°) terangkat pada lintang 60°. Pergerakan udara ini juga mengalami penyimpangan menghasilkan Westerlies. Gaya Coriolis menyimpangkan angin ini dan mengakibatkan mengalir dari barat ke timur membentuk aliran jet kutub pada lintang 60° utara dan selatan. Pada permukaan bumi tersebut, Westerlies subtropik bertubrukan dengan udara dingin dari kutub. Tubrukan ini mengakibatkan udara bergerak ke atas dan mengakibatkan siklon mid-latitude. Sebagian besar dari udarayang terangkat akan mengarah ke kutub dan turun kembali ke permukaan.

Gambar 3 menggambarkan tekanan udara yang sebenarnya pada Bumi, dari pengamatan selama 39 tahun. Pola sirkulasi yang diperlihatkan tampak berbeda dengan Gambar 2. Perbedaan ini diakibatkan oleh material permukaan Bumi dan ketinggiannya. Daratan bersifat lebih mudah panas dan lebih mudah dingin kembali, sedangkan air sulit menjadi panas dan sulit menjadi dingin kembali. Hal ini mengakibatkan belahan Bumi utara dan selatan menjadi tidak seragam. Belahan Bumi utara didominasi oleh daratan, sedangkan selatan sebaliknya. Ketinggian mengakibatkan pusat tekanan menjadi lebih intensif ketika ketinggian meningkat.

Gambar 4 Arah angin permukaan dan pusat tekanan atmosfer rata-rata pada bulan Januari, 1959-1997. Garis merah merupakan zona konvergen intertropik (ITCZ).

Gambar 3 menunjukkan tekanan udara dan arah angin bulanan pada permukaan Bumi dari tahun 1959-1997. Perbedaan tekanan terlihat dari perbedaan warna. Biru menyatakan tekanan rendah, sedangkan kuning hingga oranye menyatakan sebaliknya. Arah dan besar angin ditunjukkan dengan arah panah dan panjangnya.

Potensi Pemanfaatan Energi Angin

Untuk mencari tahu berapa besar energi angin di Bumi ini, titik mulanya adalah memperkirakan total energi kinetik di atmosfer. Lorenz memberikan 1.5 x  106Joules/m2 sebagai energi kinetik yang tersedia di atmosfer[1]. Smil menyatakan bahwa pergerakan udara di atmosfer merupakan 2% dari energi dari matahari ke Bumi[2]. Dimana radiasi Matahari yang mencapai Bumi tahunan adalah 5.8 x  1024Joules, atau 1.84 X 1017W, dan 360W/m2. Dan yang terserap oleh permukaan Bumi (daratan dan air) adalah 2.9 x  1024Joules, atau 9.19 X 1016W, dan 180W/m2[3]. Jika jumlah energi matahari yang terserap secara langsung oleh atmosfer lebih sedikit digunakan, perkiraan besaran tertinggi dari energi kinetik dapat dijabarkan. Smilmemberi gambaran, 3.8 x 1022 J, untuk energi angin tahunan pada atmosfer di bawah ketinggian 1 km. Dia menyatakan nilai maksimum yang dapat dikonversikan adalah 3.8 x 1021 Joule, 1.20 x 1014W atau 1.1 x 106 TWh.

Menurut Komisi Eropa, sumber angin dunia diperkirakan 50,000 TWh/tahun[4]. Total potensial dihitung pada daratan dengan kecepatan angin rata-rata diatas 5,1 m/s pada ketinggian 10 m. Kemudian direduksi 90% sebagai penggunaan lain, kepadatan penduduk, dan lain-lain. Perhitungan ini tidak melingkupi Greenland, Antarctic atau area lepas pantai. Perhitungan lain oleh Wijk dan Coelingh yang memberikan nilai 20.000 TWh/tahun dianggap lebih konservatif[5].

Sumber lain menyatakan total potensial yang lebih tinggi, yaitu 106.458 TWh/tahun[6]. Potensi ini termasuk Selandia Baru dan Jepang. Namun study-study tersebut belum memasukkan potensial lepas pantai, yang diperkirakan mencapai 3000 TWh/tahun untuk di Eropa saja dengan jarak 30 km dari pantai dan kedalaman kurang dari 40 m[7]. Membandingkan antara penggambaran dari Smil, 100.000 TWh, dan dari Wind Energy-The Facts report, 50.000 TWh, Smil menggambarkan untuk seluruh daratan dan air, sedangkan Wind Energy-The Facts report menggambarkan jumlah yang dapat dihasilkan oleh turbin angin pada 120 m pertama dari 1 km, dan memperhitungkan rugi-rugi dan faktor reduksi[2][3]. Hingga saat ini, 100GW turbin angin telah terpasang dan dapat memproduksi 2,2 x 102 TWh, dengan asumsi 25% faktor pembebanan. Konsumsi listrik dunia adalah 18.000 TWh/tahun pada tahun 2005[8]. Dengan demikian, total sumber energi angin yang tersedia dapat memenuhi permintaan listrik dunia, apalagi angin dapat ditemukan di segala penjuru dunia.

Konversi Energi Angin

Alat utamanya adalah generator, dengan generator tersebut maka dapat dihasilkan arus listrik dari gerekan blade / baling-baling yang bergerak karena hembusan angin. Pembangkit ini lebih effisien dari pada pembangkit listrik tenaga surya didalam menghasilkan listriknya. Untuk menggerakan blade / baling-baling agar bisa berputar saja harus memiliki kecepatan angin 2 meter/detik dan untuk menghasilkan listrik yang stabil sesuai kapasitas generatornya rata-rata 6 s/d 10 meter/detik. Daerah yang cocok digunakan pembangkit ini adalah daerah pantai, pesisir, pegunungan.

Turbin angin

Turbin Angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Turbin angin terdahulu banyak dibangun di Denmark, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya dan lebih dikenal dengan Windmill.

Perhitungan daya yang dapat dihasilkan oleh sebuah turbin angin dengan diameter kipas r adalah :

dimana ρ adalah kerapatan angin pada waktu tertentu dan v adalah kecepatan                               angin pada waktu tertentu.

Umumnya daya efektif yang dapat dipanen oleh sebuah turbin angin hanya sebesar 20%-30%. Jadi rumus diatas dapat dikalikan dengan 0,2 atau 0,3 untuk mendapatkan hasil yang cukup eksak. Prinsip dasar kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator, yang akhirnya akan menghasilkan listrik.

Sebenarnya prosesnya tidak semudah itu, karena terdapat berbagai macam sub-sistem yang dapat meningkatkan safety dan efisiensi dari turbin angin, yaitu :

1. Gearbox

Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. Biasanya Gearbox yang digunakan sekitar 1:60.

2. Brake System

Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Rem cepat : biasanya berada di poros cepat dekat generator, dapat difungsikan untuk membatasi laju putar yang kelewat tinggi yang dapat merusak sistem generator. Rem lambat : biasanya berada di depan gearbox dan dioperasikan secara manual, untuk menghentikan baling-baling pada saat dilakukan maintenace.

3. Rotor turbin

Berupa baling-baling yang lazimnya terdiri atas 3 sirip, berfungsi untuk menangkap energi angin menjadi energi mekanik putarannya. Permasalahan di bagian ini adalah disain aerodinamis yang seefisien mungkin, serta ketahanan dan berat bahan sirip baling-balingnya

4. Generator

Generator dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya, (mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.

5. Penyimpan energi

Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi.

6. Rectifier-Inverter

Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal(AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik.

Gambar 6  Bagian-bagian Turbin Angin

7. Yaw system

Sistem yang mengatur posisi baling-baling agar tetap menghadap angin secara frontal, sehingga baling-baling dapat menangkap energi angina seefisien mungkin.

8. Tower penyangga

Menumpu seluruh berat komponen inti dan penunjang cukup jauh di atas permukaan tanah.

Ilmu-ilmu yang diperlukan adalah :

  1. Aerodinamika : untuk memahami perilaku udara bergerak, dan disain baling-baling yang efisien, serta sistem yaw yang diperlukan.
  2. Bahan engineering : untuk membuat bahan sirip baling-baling yang kuat dan ringan.
  3. Power electronics : untuk mendisain generator yang sesuai, serta teknik penyimpanan energi listrik sebagai output sistem. Atau penyesuaian output terhadap jaringan listrik PLN jika harus dilakukan transmisi keluar lokasi.
  4. Teknik kontrol : untuk mendisain sistem kontrol terhadap kecepatan turbin, atau kontrol terhadap daya generator.
  5. Teknik manufaktur : untuk mencetak baling-baling, membuat rumah (nacelle) seluruh komponen peralatannya.
  6. Ilmu-ilmu MIPA : Fisika (aerodinamika, mekanika), Statistika (sifat random angin), Matematika.
  7. Komputer : untuk kontrol saat operasi, dan simulasi eksperimen disain baru.
  8. Meteorologi : untuk mempelajari watak angin.
  9. Teknik sipil : untuk membangun tower yang tangguh dan mampu menyangga sistem secara fisik.
  10. Elektrokimia : untuk teknologi penyimpanan energi listrik dalam baterei.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!